Berapa Lama Kita Harus Diet untuk Menurunkan BB?

durasi-diet-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu kesalahan pemahaman kita tentang diet adalah masalah menahan lapar dan makan yang sedikit. Esensi dari diet bukanlah menahan lapar atau mengurangi asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Diet adalah pengaturan pola makan yang sesuai dengan komposisi tubuh dan mendapatkan body goal yang diinginkan atau peningkatan kesehatan. Nah, kira-kira berapa lama kita harus diet?

Konsep penurunan berat badan dalam diet

Diet dilakukan tidak hanya digunakan untuk penurunan berat badan saja. Kadang diet dilakukan untuk menambah massa tubuh yang terlalu rendah. Beberapa orang yang memiliki karier di binaraga juga makan lebih banyak untuk pembentukan otot agar sempurna. Jadi, diet yang dilakukan harus sesuai dengan goal yang Anda miliki.

Kalau diet dilakukan untuk penurunan berat badan, kalori yang masuk haruslah lebih sedikit dari kebutuhan tubuh. Dengan defisit ini Anda bisa menurunkan berat badan perlahan-lahan sesuai dengan target. Pastikan jangan menurunkan berat badan terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat.

Mau menaikkan berat badan, tambah kalori lebih banyak dari kebutuhan harian. Kalau ingin menurunkan berat badan, kurangi kalorinya. Apa pun jenis diet yang dijalankan, hendaknya dibarengi dengan olahraga. Dengan olahraga proses pembentukan otot atau penurunan lemak akan berjalan dengan cepat.

Faktor yang memengaruhi penurunan berat badan

Penurunan berat badan yang dialami oleh seseorang tidak sama. Ada faktor yang memengaruhi apakah berat badan berjalan dengan cepat atau lambat. Berikut beberapa faktor yang memengaruhi penurunan berat badan.

  1. Jenis kelamin

Pria dan wanita memiliki komposisi tubuh yang berbeda. Seorang pria bisa membakar lemak di dalam tubuhnya 10 persen lebih banyak daripada wanita. Hal inilah yang menyebabkan seorang pria mudah sekali mengalami penurunan berat badan dibandingkan wanita meski olahraga yang dilakukan sama bahkan makan dengan rasio defisit kalori yang sama.

Dari penelitian yang dilakukan selama 8 minggu terhadap 2000 peserta didapatkan data kalau seorang pria mampu menurunkan berat badan 16 persen lebih banyak dari wanita. Hal ini bisa terjadi karena rasio lemak yang dimiliki oleh wanita memang sudah banyak dan hal ini cukup wajar.

  1. Usia

Seiring dengan berjalannya waktu, massa otot seseorang baik pria atau wanita akan mengalami penurunan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan memicu kenaikan jumlah lemak di dalam tubuh. Singkatnya, orang yang lebih tua biasanya memiliki kadar lemak yang banyak di tubuhnya dari mereka yang muda.

Karena massa otot di dalam tubuh terus mengalami penurunan, metabolisme juga semakin menurun. Akibatnya penurunan berat badan akan semakin sulit terjadi tanpa pengaturan pola makan yang benar dan melakukan olahraga yang teratur.

  1. Berat badan saat memulai diet

Berat badan saat memulai diet akan menentukan apakah Anda cepat menurunkan berat badan atau tidak. Kalau permulaan diet Anda mengalami kelebihan berat badan mencapai 25 kg ke atas, kemungkinan besar penurunan berat badan di bulan pertama akan signifikan.

Kalau kelebihan berat badan yang dimiliki oleh tubuh sudah semakin sedikit, penurunannya juga semakin lama. Jadi, jangan samakan diet dengan berat badan cukup besar dan obesitas dengan diet saat overweight saja. Tentu kecepatan penurunan berat badannya akan sangat berbeda.

  1. Tidur

Tidur yang berkualitas akan membantu Anda menurunkan berat badan. Penurunan berat badan ini terlihat dari beberapa penelitian yang dilakukan. Mereka yang tidur kurang dari 5,5 jam sehari mengalami perlambatan penurunan berat badan hingga 55 persen dibandingkan mereka yang tidur di atas 8 jam sehari.

Gangguan tidur menyebabkan Anda jadi sering mengalami depresi hingga perubahan pola makan. Orang yang tidurnya terganggu cenderung makan terlalu banyak dan dietnya mengalami gangguan.

  1. Kalori yang hilang

Kalori yang defisit atau hilang dari tubuh akan menentukan cepat atau lambatnya diet yang dilakukan. Misal dalam satu hari terjadi defisit sekitar 500 kalori. Dalam satu minggu penurunan berat badan akan terjadi sebanyak 0,4-0,5 kg atau dalam satu bulan bisa turun hingga 2 kg.

  1. Olahraga

Selain melakukan defisit secara langsung dari makanan yang dikonsumsi. Anda juga bisa melakukan defisit secara langsung dengan cara olahraga. Lakukan olahraga sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh agar maksimal dan tidak menyebabkan cedera.

Diet mana yang terbaik untuk tubuh?

Diet apa pun bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan. Kalau Anda sedang diabetes tentu dietnya harus tetap rendah karbohidrat agar gula darah tidak mengalami kenaikan. Selain itu Anda juga bisa menjalani diet keto kalau ingin penurunan berat badan yang cepat dengan defisit kalori yang banyak.

Apa pun jenis diet yang Anda lakukan, yang paling penting dari semuanya adalah kalori defisit. Selama ada kalori yang defisit, penurunan berat badan bisa terjadi. Namun, kalau kalori tidak defisit, apa pun jenis dietnya akan sulit turun kadar lemak di dalam tubuh.

Pelajari dahulu jenis diet yang akan Anda lakukan. Kalau mengalami kebingungan lebih baik melakukan konsultasi dengan ahli gizi atau ahli diet. Anda akan diberikan program yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Lama dari diet yang akan Anda lakukan tergantung dengan kebutuhan. Diet untuk keperluan tertentu seperti menurunkan berat badan mungkin akan berhenti setelah mendapatkan berat badan ideal atau umumnya 3-6 bulan. Namun, pengaturan pola makan untuk tujuan kesehatan mungkin bisa dilanjutkan sebagai bagian dari gaya hidup. Selama Anda enjoy dalam menjalankannya, diet bisa dilakukan asal tubuh tidak mengalami gangguan.